Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

Mensyukuri adalah Ibadah

Oleh karna itu, hikmah yang dapat kami petik pada hari itu adalah kita harus bersyukur atas apa yang telah di berikan oleh ALLAH SWT,baik yang tidak sempurna maupun sempurna.

Oleh : Adi, Cicy, Dewi, Murni dan Aini

Suasana yang tentram, aman,dan damai itulah yang tersirat dalam pikiran kami (adi, cicy, dewi, murni dan aini) sebelum berangkat menuju kecamatan pante ceureumen khususnya di desa lango. Tepat pada tanggal 23 juni 2010, kami berangkat dari melborn city menuju pante ceureumen. Tujuan utama kami ialah untuk mencari pengalaman baru khususnya di bidang social.  Ternyata dugaan kami benar bahwa dipante ceureumen benar-benar tercipta suasana yang damai. Saat kami tiba di sana, kami di sambut oleh ribuan air yang turun dari langit. Menurut kami itu merupakan Rahmat yang di berikan oleh Allah SWT kepada kami semua. Tanpa mengeluh kami tetap melanjutkan apa yang telah kami rencanakan sebelumnya.

Sungguh bahagianya kami mendapat seorang pendamping kelompok yang baik hati, ramah, dan kaya akan ilmu sejarah di pikirannya, itulah kak Anto. Bahan yang kami peroleh dari kak Anto sebenarnya sudah cukup, akan tetapi rasa penasaran kami yang semakin membesar membuat kami ingin mendengar langsung dari masyarakat desa lango itu sendiri. Kami pun mewawancarai seorang nenek yang sebenarnya umurnya memang tidak muda lagi, akan tetapi wajah beliau tidak kelihatan seperti orang yang telah lama menjalani hidup di dunia ini. Kami menanyakan nama beliau, kemudian basa-basi sedikit, dan haapp…!!! Langsung To The Poin. Kami langsung menanyakan bagaimana sejarah atau asal usul desa lango tersebut. Alhasil inilah dia : dulunya Lango merupakan wilayah kerajaan kecil yang di kepalai oleh seorang TANDI yang mengatur tentang ketentuan gampong , kerajaan ini bergerak di bawah coordinator kerajaan Aceh yaitu di kota raja yang sekarang di sebut Banda Aceh. Tandi yang memeran pada saat itu yaitu tandi bungkai , sejarah nama tandi bungkai berawal dari pertemuan Raja-raja di kota raja jadi semua raja, membawa cendra mata untuk raja Aceh di kota Raja, sementara tandi hanya membawa emas satu bungkai, sepulangnya dari pertemuan tersebut namanya berubah jadi tandi bungkai. Hari bertambah hari rakyat semakin banyak wilayah kekuasaan Teuku tandi di bagi dua yaitu canggai dan gampong pulo karena letak gampong di kelilingi oleh krueng/ sungai, lama kelamaan karena untuk menempuh ke gampong pulo harus berenang/ lango dengan istilah bahasa aceh, maka di berilah nama gampong LANGO,( owh…lagee nyan…!!!).

Kami mulai merasa sedikit cukup dengan hasil wawancara tadi, dan kami pun memiliki inisiatif untuk berjalan-jalan sambil melihat sikon (situasi dan kondisi) di desa Lango. Walau kami telah lelah menempuh perjalanan yang kami rasa agak jauh, tapi kami tetap melangkah setapak demi setapak untuk menghilangkan rasa penasaran kami terhadap desa lango itu sendiri. Dan WOWW…. Sungguh indahnya pemandangan alam yang terdapat di desa lango. Bentuknya masih asli walau hanya sedikit yang telah di ubah oleh manusia yang berada di sana.

Esok harinya kami berangkat menuju ke rumah sekretaris desa, untuk mewawancarai beliau. Setelah sampai di rumah beliau, kami bersilahturahmi dengan beliau beserta istrinya yang kebetulan ada di situ. Dan beberapa saat kemudian kami langsung mewawancarai beliau untuk mengetahui keadaan gampong tersebut. Ketika sedang mewawancarai beliau, beberapa saat kemudian istri beliau datang dengan membawa beberapa cangkir air.  Menurut penjelasan pak sekdes, gampong lango merupakan desa yang tertua di daerah pante ceureumen. Ironisnya pada saat kami mewawancarai pak sekdes, sepertinya beliau sudah mengetahui tujuan kami datang kerumahnya. Beliau memberikan informasi kepada kami dengan cara mendikte informasi tersebut. Kata demi kata beliau tuturkan kepada seorang nutulen kelompok kami (cicy) agar informasi tersebut lebih terperinci sehingga lebih mudah untuk kami sampaikan kepada peserta lainnya.

Sepulang kami dari rumah pak sekdes, kami merasa informasi yang telah kami dapatkan sudah cukup. Dan kamipun meneruskan perjalanan dengan berpetualang…alias keliling hutan melewati pinggiran sungai. Semak belukar kami lewati, sungai yang arusnya deras kami sebrangi besama-sama. Alhasil ialah kami menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya. Sungguh Allah SWT telah menciptakan alam yang indah agar dapat dinikmati oleh makhluk ciptaan lainnya.

Matahari mulai meredup,meninggalkan sore yang sangat berkesan,dan perasaan kami  pun sangat berat meninggalkan hari itu. Langkah demi langkah kami berjalan& tujuan kami yang terakhir adalah ingin melihat orang yang mengindang emas namun apadaya semua itu tidak berhasil kami jumpai,tetapi hal itu tidak mematahkan semangat kami,karna pemandangan alam yang diciptakan ALLAH SWT sangat luar biasa,sehingga membuat kami bertambah semangat.Oleh karna itu, hikmah yang dapat kami petik pada hari itu adalah kita harus bersyukur atas apa yang telah di berikan oleh ALLAH SWT,baik yang tidak sempurna maupun sempurna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s