Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

Merasa Pintar, Pintar Merasa

Oleh Nurhalimah & Karmila

Merasa pinter itu wajar, apalagi bagi seorang pelajar. Ketika masuk sekolah favorit, ketika mendapat juara kelas, saat dipuji oleh guru dan teman-teman, bahkan saat berada di tengah-tengah orang yang tidak berpendidikan, tentu saja merasa lebih pintar. Dan itu harus jadi kebanggaan kita, pe-de itu lebih baik dari pada GE- Er….Bener ga ce?

Ketika kata “merasa pintar” di balik, menjadi “pintar merasa” timbul pertanyaan untuk kita. Apa yang di maksud pintar merasa? Pintar merasa artinya kita mampu merasakan apa yang bisa kita berikan untuk orang lain bukan hanya bisa berbicara tapi kita juga mampu berbuat untuk orang lain, minimal untuk keluarga.

Bicara tentang rasa siapa sih yang tidak mengenalnya? Dari kecilpun, kata ini sudah kita pahami sebagai penyebutan untuk sesuatu yang dapat dirasakan oleh panca indra. Misalnya, rasa manis, rasa senang, rasa sakit, dan banyak rasa-rasa lainnya. so.. pasti merasa dipuji dan di uji hehehehe…………(Tapi bukan itu yang di maksut pintar merasa).

MENCARI REFERENSI

Di saat kita berada di tengah-tengah masyarakat. Banyak hal baru yang mesti kita ketahui dan kita pelajari bukan sekedar melihat dan mendengar tapi juga merasakan. Nah, biar kita tidak hanya merasa pintar, tapi juga pintar merasa, semoga kiat-kiat dibawah ini bisa berguna.Jangan lupa ikuti langkah- langkahnya yea ???????

Dengan banyak pengetahuan tentu saja akan menambah wawasan kita untuk menjadi pintar. Beneeeeeeeeeeeerrr gak ????????? Dan dengan banyak pengalaman, juga akan membuat kita semakin pintar merasa. Misalnya, dengan mengikuti Analisis Sosial, tentu akan berinteraksi dengan masyarakat dan kehidupannya. Nah, tahukah teman-teman apa yang masyarakat rasakan? makanya Buruaaaaaaaaaaaaaaaaannn ikutan Analisis Sosial dan bergabung dengan Peace and Justice Education. pasti akan mendapatkan pengalaman menarik dan tentunya akan menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua

karena hal yang seperti ini jarang sekali lhooo kita dapatkan di sekolah-sekolah kita. Pokoknya gak rugi dech!!!! Dengan mempelajari kehidupan masyarakat, kita juga bisa merasakan bagaimana kehidupan yang dialami orang tua kita dalam memberikan kita pendidikan dan kehidupan yang layak, paling tidak kita tahu seperti apa susahnya mereka. Dengan merasakan apa yang mereka rasakan akan timbul perasaan untuk berbakti kepada kedua orang tua yaitu merupakan kewajiban kita sebagai seorang anak. Betol gakkkkkkkk?? Dan kita juga lebih meng- hargai perkerjaan mereka.

DISIPLIN DAN MENHARGAI

Banyak kegiatan yang harus kita kerjakan.dari mengurus diri sendiri dan barang-barang pribadi, membantu orang tua, belajar di sekolah, ekstra kurikuler, mengerjakan tugas sekolah, berdiskusi dengan kawan-kawan, dan sebagainya. Semuanya itu sangat bermanfaat untuk masa depan kita. Tapi kita harus pandai membagi waktu untuk setiap kegiatan. Percumakan, kalau satu kegiatan bisa terselesaikan, sementara yang lainnya terbengkalai? Susah juga sih,,tapi tetaplah berusaha untuk disiplin! Makanya kita dituntut untuk belajar manajemen waktu agar kita bisa memanaje waktu sebaik-baiknya. Ribet buangets yea??? Tapi gak juga, itukan salah satu cara untuk kita bisa menyelesaikan banyak kegiatan tanpa mengabaikan salah satu diantaranya. Kwkwkwkwkwkwkwkw …… sok menggurui ne… tapi bermanfaatkan ??????????????

MENJAGA SIKAP

Berawal dari sebuah pertanyaan. Kenapa kita harus menjaga sikap, siapa kita dan untuk apa kita? Untuk menjawab hal itu tentunya kita berada di posisi sebagai seorang pelajar yang harus bersikap sebagai orang yang berpendidikan yang nampak sebagai orang yang berpendidikan so pasti berbeda dengan anak-anak yang tidak sekolah. Sikap seorang pelajar adalah, sopan santun, meng-hormati yang lebih tua, menghargai pendapat orang, menghargai teman dan suka membantu orang yang sedang kesusahan. Dengan bersikap sebagai pelajar yang baik, maka masyarakat akan menilai kita baik. Jangan sampai masyarakat menilai sikap kita sama sekali tidak mencerminkan sebagai pelajar. Itu sama halnya sikap kita seperti orang tidak berpendidikan. Karena kuncinya adalah, kalau kita mau dihargai kita juga dituntut untuk menghargai,,,,katanya ce !!!!!!!!!!!!!!!!

MENGHARGAI ORANG LAIN

Seseorang akan merasa senang bila ia dihargai pendapatnya dan merasa dipentingkan atas pekerjaannya. Tapiiiiiiiiii,, bukan berarti dihargai pake uang yea???? kwkwwkw……Artinya adalah kita bisa akur dengan teman, orang tua, tetangga, masyarakat termasuk juga menghargai pendapat orang lain meskipun itu salah tapi tetap kita hargai. Karena setiap orang berhak menyampaikan aspirasinya kepada setiap orang. Jadi biasakanlah untuk selalu menghargai orang lain.okeyyy!!!!!

UTAMAKAN KEBERSAMAAN

Ketika kita mengutamakan kepentingan pribadi, tanpa disadari akan menjadikan kita egois dan kurang peduli pada orang lain. Maka, dengan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi akan membuat kita lebih peka secara sosial. Dengan begitu kita senantiasa peduli dengan keadaan sekitar kita. Jangan pernah jadi orang egois karena itu akan membatasi ruang gerak kita dalam mencari kawan, mana ada kawan yang mau temenan sama orang egois yang ada juga dijauhi..duhhh jangan sampe dech.

Nah,begitulah kira-kira tips ‘N triknya. Kita akan lebih pintar merasa dari pada merasa pintar. Untuk apa merasa pintar kalau tidak peduli lingkungan sekitar. Lingkungan adalah tempat tinggal kita. Juga generasi setelah kita. Ayo pertajam insting mu?! Jangan cuek sama keadaan di sekeliling kita…..!

*) Peserta Peace and Green Community, siswi kelas X SMA Muhammadiyah 6 Meulaboh, Aceh Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s