Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

Berpetualang Di Kebun Strawbery

Riszky Maulana, MAN Meulaboh Aceh Barat dan Cici Nusrsiyah SMA 3 Meulaboh Aceh Barat. Keduanya adalah peserta Peace and Green Community

Oleh Nurhalimah

Tepat pukul 04:30 mobil yang kami tumpangi sampai di Traning Centre Beutung Ateuh.“Ye…Ye…sudah sampai…hore sudah sampai…” Teriak beberapa temanku yang duduk persis didepan tempat dudukku.

“Hmmmm sejuknya!” aku menghirup nafas dalam-dalam. Itulah hal pertama yang kulakukan ketika turun dari mobil yang udaranya pengap bukan kepalang. Udara di sini jauh berbeda dengan di Meulaboh. Hawa Beutung Ateuh banar-benar bersih, hingga menghilangkan rasa mualku. Apalagi ketika kami dipersilahkan untuk berpetualangan mencari buah Strawbery.

“Hore…. aku dapat!”

“Aku juga!”

“Mana coba lihat!”

“Wow banyaknya….!” teriak teman-teman ku yang lain.

Tapi sedihnya aku belum dapat juga.

Mataku mengintip-intip buah Strawbery di balik daun-daunnya yang lebat. Usahaku tak sia-sia, Akhirnya aku menemukan juga. Nggak tanggung-tanggung. Segenggam.

“Yes…! Akhirnya aku dapat!” Teriakku sambil melompat kegirangan. Sorakku ternyata mengundang perhatian teman-teman yang lain yang sedang asyik mencari di belahan bedeng yang lain. Seketika mata mereka terpusat pada sumber teriakan. Mereka penasaran dengan hasil pencarianku yang membutuhkan kesabaran itu.

“Mana? Latin ke kita donk?” ujar tiga temanku yang berderet di samping kananku. “TARAAAAA!!” aku memperlihatkan hasil pencarianku, yang menurutku sangat memuaskan. Aku memamerkan tiga buah strawbery yang cukup besar untuk ukuran buah strawbery. “Mau donk…!” “Bagi-bagi lah…!” pinta mereka dan bergegas mendekatiku. “Nggak boleh…Nggak boleh…kalo mau, cari donk!” Timpal ku sambil berlari menghindari mereka. “Huuu…dasar pelit!” serempak mereka bersorak, walau dengan nada bergurau.

Aku cuman mesem-mesem bangga. Tak sabar aku ingin mencicipi buah strawbery segar hasil dari memetik langsung dari pohonnya, pasti rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan yang di jual di pasar buah. Setelah aku membersihkannya, mulai kucicipi dengan bangga.

“Bismilahirrahmanirrahim!” Ujung strawbery mulai kugigit. “Hmmmm…rasanya beda! Nikmatnya berlipat-lipat ganda! Karena ini adalah buah strawbery pertama yang kupetik dari kebunnya.

Beberapa saat kemudian peserta lain dengan mobil L-300 berwarna hijau parkir di samping mobil yang tadi kami kendarai. Mereka terheran-heran melihat kami sedang berebutan mencari buah strawbery. “Woy, kalian kelaparan ya? Baru nyampe, udah nge geledah kebun orang!” Salah satu dari kawan-kawanku yang lain berkomentar dengan sedikit mengejek sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Kami tidak ada yang menggubris, karena kami hanyut dalam asyiknya berpetualang mencari buah strawbery. Tak ada yang pedulikan dari mana asal suara itu dan untuk apa ejekan itu.

“Nggak apa-apa, kalau mau silahkan petik aja sendiri.” ujar salah seorang Santri, yang setiap harinya merawat kebun Strawbery. Spontan mereka tidak mau ketinggalan. Mereka menyerbu kebun strawbery berebutan.

“Bagi donk kita juga mau, jangan dihabisin!” Melihat tingkah mereka spontan aku bersorak “Tadi ngejek, sekarang nyerbu!”. “Huu….!” sorak teman-temanku. “Yah, kalian telatyampe sih, tu kan udah keburu habis diserbu anak-anak cewek” seru kak Kris, salah satu kakak pendamping.

Tampaknya mereka kecewa. Setiap petak kebun yang mereka intip tidak menyisakan buah strawbery matang, yang tinggal cuma buah yang masih mudah.“Ye…ye…dapat lagi…dapat lagi…” Sorakku girang. Aku dapat dan dapat lagi. Aku pun heran, teman-temanku sudah melawatinya, tapi kok tak melihatnya, mungkin karena tersembunyi di balik daun-daunnya yang lebar melebihi ukuran buah strawbery.

“Wah…wah…wah! Ini dia jagoannya cari buah strawbery. Banyak yang mencari tapi hanya dia yang menemukan.” Ujar kak Kris lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku cuman senyum-senyum bangga dengan sebutan ‘Jagonya cari buah strawbery’ “Nah, mungkin inilah dia bakat terpendamku” gumamku sambil tersenyum. “Beutung Ateuh tempat yang indah, suasana alam yang tenteram, yang mengajakku untuk selalu  dekat dengan alam”***

*) Peserta Peace and Green Community,

kelas X SMA Muhamadiyah 6 Meulaboh, Aceh Barat

One response

  1. Adiy

    curang,,. yg cwok gx kbAgian. . .

    17 April 2010 pukul 8:34 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s