Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

Saya Hendak Jadi Dokter

Kompleks PUSKESMAS Beutung Ateuh. Insert: Nurhalimah

Dilihat sekilas dari luar, Puskesmas yang baru dibangun tahun 2007 ini terlihat baru dan kokoh. Tapi ketika awal saya melangkah dari tangga sampai masuk ke dalam ruangan-ruangannya, Puskesmas ini tidak terawat dengan baik. Misalnya, ketika saya membuka kamar pasien yang sunyi, hanya ada ranjang pasien dan beberapa kursi yang berabu di sebelahnya. Lantainya juga kotor seperti setahun tidak di sapu. Betapa mirisnya hati saya melihat kenyataan ini.

Petugas puskesmas mengizinkan dan mempersilahkan kami untuk berkeliling melihat-lihat ruangan lainnya. Tentunya sebelum dipersilahkan pun sebetulnya kami juga ingin melihat-lihat lebih jauh lagi.

Teman-teman saya sempat berbisik bisik sampai membuatku merinding “kira-kira angker gak ya?” Kebetulan siang hari, jadi saya tidak perlu merasa takut. Karena sebetulnya saya ini pemberani lho… dan saya pun terus berjalan dari kamar ke kamar. Tidak jauh beda keadaannya dari yang saya lihat pada ruangan pertama. Tidak terawat dengan baik.

Usai berkeliling membuka satu demi satu kamar pasien di bagian belakang. Saya kembali ke ruang utama yaitu ruang paling depan. Ruangan yang menurut saya tampak bersih dibandingkan ruangan-ruangan yang lainnya.

Teman-teman saya melanjutkan wawancara mengenai peralatan dan tenaga medis yang ada di Puskesmas ini. Sementara saya menulis data yang diperoleh dari wawancara itu. Banyak informasi yang saya dapat dari wawancara itu. Di puskesmas tersebut, masih sangat kurang peralatan dan tenaga medisnya. Hanya ada peralatan dan obat-obatan sederhana saja. Selebihnya mungkin pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit di luar Beutung Ateuh. Bahkan ada pasien yang harus merujuk sampai ke Meulaboh karena kurangnya fasilitas yang ada.

Melihat kenyataan ini ada seganggam cita-cita yang muncul di benak terdalam saya. Saya ingin menjadi dokter untuk yang membutuhkan, seperti masyarakat di desa-desa terpencil seperti Beutung Ateuh ini. Meraka membutuhkan dokter yang bekerja tulus untuk menolong mereka. Setidaknya beban mereka dapat teratasi. Tidak harus mengeluarkan dana yang mahal untuk ongkos berobat ke luar desa, yang mungkin akan memakan waktu lama,dan biaya yang tidak sedikit.

Kepada pemerintah, mungkin catatan saya ini bisa dijadikan masukan yang dapat dipertimbangkan. Masyarakat Beutung Ateuh butuh sentuhan pembangunan dalam segala bidang kehidupan. Salah satunya adalah bidang kesehatan. Pemerintah sepantasnya melihat Beutung Ateuh dengan serius. Memberikan fasilitas kesehatan dan menugaskan tenaga-tenaga kesehatan yang lebih banyak lagi. Bukan hanya untuk melayani kesehatan di Puskesmas tersebut saja, tetapi juga untuk empat desa di Beutung Ateuh.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s