Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

DENGAN BERMAIN BERSAMA, KAMI BELAJAR MENJADI AGEN PERDAMAIAN

Pada tanggal 6 Desember 2009, SUNSPIRIT mengundang kami para pelajar peserta Program Peace Education bersama alumni peserta LDK di Pantai Batu Putih dalam rangka Integrasi anggota PE dan LDK. Dari rumah saya menjemput teman. Lalu kami berangkat menuju lokasi. Namun, setibanya di sana kami tidak melihat adanya tanda-tanda kehadiran teman lainnya. Kami segera menghubungi teman lain, namun tak seorangpun yang mengangkat telepon. Kemudian kami  bingung dan segera menelpon kak Rully. Ternyata kami salah alamat. Dan kami langsung menuju ke lokasi yang benar. Sebenarnya menurut rencana acara dimulai pada pukul 7.30 WIB. Namun berhubung teman lainnya belum datang, kami terpaksa menunggu. Memang agak bosan menunggu lama, tapi apa boleh buat???

Sambil menunggu teman lainnya datang, kami menatap laut nan biru yang terhampar luas. Waktu menunjukkan pukul 8.30 WIB dan acarapun dimulai. Di sini kami melihat wajah-wajah asing yang belum pernah kami lihat. Ternyata mereka adalah anggota LDK dari 11 sekolah di Aceh Barat. Dan kemudian kami mengalami sesi perkenalan yang dipandu oleh kakak pembina dari SUNSPIRIT. Perkenalannya bukan seperti yang biasa, namun melalui beberapa game seru. Sesi pekenalan pun berakhir dan dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Dari LDK dibagi tiga kelompok, yaitu Kelompok Cinta, Kelompok Aceh, dan Kelompok Damai. Sedangkan dari PE dibagi tiga kelompok juga, yaitu Kelompok Peace, Kelompok Green, dan Kelompok Indah.

Kami diberi tugas untuk membuat yel-yel dalam waktu 15 menit. Yaa, memang lumayan sulit. Tapi karena dikerjakan bersama menjadi mudah. Kami membuat beberapa yel-yel seru yang lumayan narsis. Ketika semua kelompok selesai membuat yel-yel, kompetisi yel-yel pun dimulai. Kompetisi berlangsung sengit. Antarkelompok saling menyindir satu sama lain dan mengeluarkan ego masing-masing kelompok demi mencapai kemenangan. Setiap kelompok memiliki yel-yel yang amat unik. Yel-yel diekspresikan dengan gaya-gaya gila. Pokoknya seru abis-abisan…..

Setelah itu, kami diberi waktu untuk makan siang dan shalat dzuhur hingga pukul 14.00 WIB. Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu dan permainan dimulai kembali. Yaitu permainan lempar gelang. Kelompok PE digabung dengan kelompok LDK menjadi tiga kelompok. Masing-masing peserta mendapat satu giliran untuk melempar. Seusai permainan tersebut, kami kembali ke kelompok yang semula dan melanjutkan permainan lain. Permainan selanjutnya adalah “Roda Gila”. Di permainan ini dituntut untuk saling kerjasama dan memiliki strategi kelompok yang bagus. Roda gila benar-benar membuat kami gila. Alatnya berupa terpal yang dibentuk seperti roda yang didalamnya tiap kelompok berdiri lalu berjalan sampai bendera. Permainan ini dilaksanakan di tepi pantai.

Setelah itu, kami melanjutkan permainan lain, yaitu stager. Hmm, permainannya sangat seru. Sayangnya, tidak semua anggota mendapat giliran. Karena ada yang tidak siap untuk bermain. Sebenarnya, hikmah dari semua permainan ini ialah pertam-tama kami ”dipancing” untuk menumbuhkan ego kelompok dengan permainan ye-yel. Lalu setelah ego kelompok terbangun kami ”digiring” untuk bisa bekerja sama dengan kelompok lain dalam permainan stager. Untuk bisa  membangun kerja sama dengan kelompok lain kami terlebih dahulu harus percara pada kelompok lain yang adalah ”musuh” kelompok kami. Ini membutuhkan sikap untuk rela membangun komunikasi dengan pihak ’lawan”. Selain membangun rasa saling percaya terhadap  orang lain, kami juga belajar menumbuhkan kepercayaan terhadap diri sendiri. Hikmahnya adalah kami diajak untuk belajar dengan mengalami secara langsung bahwa dalam situasi orang-orang hanya peduli pada kepentingan diri dan kelompoknya sendiri dan tidak adanya saling percaya antara berbagai pihak dalam masyarakat, maka masyarakat tersebut akan mudah untuk diprovokasi oleh phak-pihak lain yang menginginkan mereka bertikai. Untuk memperbaiki situasi ini maka perlu dibangun sikap saling percaya di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Secara tidak langsung melalui kegiatan hari ini kami belajar menjadi agen perdamaian bagi teman-teman kami di sekolah dan dalam pergaulan sehari-hari.

Seusai permainan, kami menikmati air kelapa muda, ditemani dengan beberapa potong kue sambil beristirahat. Untuk acara selanjutnya padahal masih ada game lain dan agenda lainnya. Berhubung waktu tidak mecukupi maka acara tersebut dihapuskan. Dan dilanjutkan dengan berdiskusi membicarakan pertemuan selanjunya. OSIS SMAN 1 Bubon berencana mengadakan camping di Geunang Gedong. Kami semua ditawar untuk ikut serta. Memang banyak yang ingin mengikutinya, namun kurang bersedia bila acara dilaksanakan di Geunang Geudong. Akhirnya kami sepakat untuk mengadakan rapat kembali untuk membicarakan hal ini.

(Ditulis oleh: Adinda, Siswi Kelas X SMA Negeri 2 Meulaboh, Aceh Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s