Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

TELUR IBARAT PERDAMAIAN

Perdamaian, perdamaian, perdamaian, perdamaian, banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai.

Ini adalah lirik lagu yang biasa kita dengar sehari-hari, jika kita cermati lagu ini sangat tepat untuk menggambarkan perdamaian yang sudah ada sekarang. Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai…….? Kita pasti bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi…..?

Seperti biasanya setiap hari Senin, saya dan teman-teman mengikuti Peace Education, kakak yang mengajari kami pun bertanya: apakah kami pernah melihat telur? Kakak itu pun bertanya lagi: jika telur dilempar apa yang terjadi…? Jawaban kami sama semua: pasti pecah! Kami pun bingung dengan pertanyaan kakak itu, lalu kakak itu membagikan telur, pipet, gunting, selotip, dan gelas aqua. Kami pun bingung untuk apa ini semua? ”Jangan-jangan kami mau diajari merebus telur lagi,” kata salah satu teman saya.

Menjaga dan merawat perdamaian

Ternyata bukan itu, tapi kami disuruh untuk melindungi telur dengan bahan-bahan yang diberikan tadi, setelah semua selesai, telur yang telah dilindungi itu harus di lempar ke dinding. Setelah semua telur dilempar, ada telur yang pecah dan ada juga yang tidak pecah. Maksud permainan tadi, perdamaian yang sudah ada harus dijaga dengan saling mengerti, ramah, dan lain-lain. Telur tadi diibaratkan perdamaian dan bahan-bahan lain di ibaratkan hal-hal yang menjaga perdamaian itu untuk tetap utuh.

Melempar telur

Permainan melempar telur ini mengajari kami untuk menjaga perdamaian agar tidak ada lagi perang dan konflik, karena kita semua cinta damai, bukan cinta konflik.

Telur Ibarat Perdamaian

(Adi Novanta – SMA Negeri 2 Meulaboh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s