Biarlah Damai Tumbuh Bersama Kami!

Pelatihan Analisis Sosial Untuk Perdamaian Berkelanjutan

Sejumlah peserta pelatihan mewawancarai Teungku Risman, salah seorang petani di Bubon Aceh Barat perihal penggunaan pupuk dan pestisida organik.

Pak, mengapa bapak masih menggunkan pupuk kimia? Apakah bapak tidak tahu kalau pupuk kimia berbahaya? Terus…mengapa setelah menggunakan pupuk kimia, sampah-sampahnya di buang sembarangan, bagaimana kalau tercemar?” Mendengar pertanyaan itu, Teungku Sarong Bintang, salah seorang petani pertanian organik di desa Gunong Panah Kecamatan Bubon Aceh Barat naik pitam. Mengapa tidak?

Setelah bergabung dalam jaringan petani pertanian organic sejak 2005, Teungku Sarong, demikian beliau biasa dipanggil, tidak pernah menggunakan pupuk dan pestisida kimia sekalipun. Tetapi anehnya, pada Minggu 22 November 2009 tiba-tiba pertanyaan itu datang menghujamnya. Teungku Sarong bertambah gerah ketika di sekitar area kebunnya bertebaran sampah-sampah plastik kimia “Orang-orang sengaja menjebak saya, mereka iri hati dengan saya, saya tidak pernah menggunakan pupuk kimia” Teungku Sarong menjawab singkat.

Penggalan dialog di atas adalah satu bagian wawancara salah seorang peserta pelajar dari 33 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah dari 11 SMU/SMK se-Aceh Barat yang mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan dan analisis sosial untuk perdamaian yang berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari sejak Rabu, 18–Minggu, 22 November tersebut diantaranya adalah pelatihan pertanian organik sebagai system pertanian ramah lingkungan.

Sebelum kegiatan dimulai, panitia penyelenggara dari program pemberdayaan SUNSPIRIT, For Justice and Peace sebenarnya sudah menyebarkan sampah-sampah plastik bekas pupuk dan pestisida kimia di sekitar area pelatihan tanpa sepengetahuan peserta pelatihan dan pemilik lahan. Namun demikian ada sebagian lahan yang lain yang dibiarkan steril. “Sulit bagi kita untuk menemukan lahan atau kebun yang menggunakan pupuk atau pestisida kimia di Bubon dan Woyla, karena hampir mayoritas petani sudah menerapkan sistem pertanian organik, pertanian ramah lingkungan” Jelas John Pluto Sinulingga, fasilitator pelatihan.

“Namun kami dengan sengaja mencoba untuk menyebarkan kaleng, karung, plastik bekas pupuk kimia dan pestisida di sekitar lahan hanya untuk menunjukkan miniature pola atau system pertanian kita, bahwa kendatipun ada sebagian petani yang sudah menerapkan system pertanian organik, ada pula sebagian yang masih terjebak dalam kebiasaan menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang sangat berbahaya” tambah John lebih lanjut.

Adapun tujuan dalam pelatihan tersebut adalah pertama, melibatkan generasi muda dalam situasi real kehidupan pertanian. Mereka diharapkan tidak hanya memahami secara teoretis, tetapi juga mengalami dan merasakan sebagaimana yang dialami dan dirasakan seorang petani dalam membangun negeri ini.

Kedua, peserta yang hadir adalah pemimpin di sekolahnya masing-masing, mereka adalah pengurus OSIS. Mereka adalah yang terbaik dari sekolah mereka dan mereka pulalah calon pemimpin masa depan Aceh. Lantaran itu sejak dini, mereka harus dibekali dengan pengetahuan dan sikap yang peka dan peduli pada kehidupan kaum petani yang selalu dipinggirkan dalam proses pembangunan. Juga peka dan peduli pada lingkungan hidup sebagai habitat kehidupan makhluk hidup dari generasi ke generasi.

Ketiga, selanjutnya mau mengarahkan peserta untuk tegas memilih mana yang terbaik adalah dalam menerapkan system pertanian di Negara agraris ini. Sebab dengan sikap dan komitmen yang tegas generasi muda bisa belajar bertanggung jawab bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk masa depan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s